Diposkan   24 Februari 2017   00:00 WIB   Oleh : Admin   Berita

Rapat Koordinasi Perencanaan Penanaman Modal Provinsi Jawa Tengah

Rapat Koordinasi Perencanaan Penanaman Modal Provinsi Jawa Tengah

Sebagai tindak lanjut kegiatan Forum Koordinasi Perencanaan Penanaman Modal di Eks. Bakorwil I, II dan III, diselenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Perencanaan Penanaman Modal pada hari Kamis tanggal 16 Februari 2017 bertempat di Ruang Serbaguna DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah. Peserta yang hadir didalam  kegiatan yaitu Para Kepala DPMPTSP Kabupaten/Kota,  Asosiasi Pengusaha,  Pelaku Usaha dan Akademisi.

Dalam sambutan dan pengarahan Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah Dr. Prasetyo Aribowo,SH,Msoc,SC  menyampaikan tujuan pertemuan ini adalah mensinergikan  usulan pengembangan  penanaman modal Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat, sesuai arah kebijakan penanaman modal bahwa Jawa Tengah mempunyai tanggung jawab target realisasi investasi tahun 2017 sebesar Rp. 41 Trilyun.

Deputi Perencanaan Penanaman modal BKPMRepublik Indonesia Ir. Tamba  Hutapea selaku keynote speaker menekankan hal terkait strategi pengembangan investasi yaitu Percepatan PelayananPenanaman Modal melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Daerah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), RencanaUmumPenanaman Modal (RUPM), Percepatan Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Tenaga Kerja Terampil (Skilled Labor) di daerah, Peningkatan Iklim Investasi Daerah, Pengawalan dan Fasilitasi Realisasi Investasi.

Achmad Syakir Kurnia, PhD Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang menyampaikan paparan Review RUPM Provinsi Jawa Tengah.RUPM sebagai dokumen perencanaan jangka panjangs ektoral Sebagai dokumen perencanaan sehingga kedudukan RUPM sejajar dengan dokumen perencanaan jangka panjang lainnya.

Paparan tentang Prospek dan Tantangan Pengembangan Kawasan ndustri di Jawa Tengah disampaikan Didik Purbadi selaku Vice Presiden PT. Jababeka, bahwa Kawasan Industri merupakan Infrastruktur Industri yang sangat penting dalam upaya mendorong peningkatan investasi di sektor industri/manufacture sehingga memerlukan sinergi antara investor kawasan industri dan pemerintah.

Selanjutnya “ Media dan Pintu Investasi” oleh  Amir  Mahmud NS Ketua PWI Jawa Tengah menyampaikan fungsi media adalah memberi informasi, hiburan,edukasi dan melaksanakan kontrol sosial. Komitmen semua stakeholder investasi termasuk media dalam rangka memelihara iklim yang menjamin kepastian hukum dan investasi sangat diperlukan.

Kesimpulan paparan RKPPMD oleh Drs.Gunarto antara lain RUPM merupakan dokumen yang bersifat mandatori, yang keberadaanya sejajar dengan dokumen sektoral jangka panjang lainnya seprti RTRW. RUPM harus diterjemahkan secara detil pada dokumen jangka menengah dan jangka pendek (Renstra dan Renja) DPM-PTSP, dan juga OPD lain yang terkait, Dokumen RUPM Jawa Tengah 2012-2025 didalamnya berisi arah kebijakan dan pentahapan dari tahap I,II, III. Sampai dengan tahap IV pasaca 2025 arah pengembangan investasi pada industri berbasis IT, ilmu pengetahuan dan ramah lingkungan,hal  ini dianggap masih sangat relevan. Kawasan Industri keberadaannya sangat penting karena terkait dengan percapatan laju investasi, pertumbuhan ekonomi dan multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat.  Tantangannya yang dihadapi antara lain  penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan investasi. Media memiliki peran penting dalam mendorong investasi namun tantangannya cukup berat yaitu bagaimana pers mampu menyampaikan ruang pemberitaan yang independen dan ber-keseimbangan dengan mendasarkan pada kepentingan publik (kata kunci : minimalis dalam effect dan maksimalis dalam kemaslahatan).

Setelah sesi diskusi panel selesai  dilaksanakan sidang kelompok yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu Bidang Penanaman Modal dan Bidang Pelayanan Perizinan. Dalam RKPPMD juga dilaksanakan pemilihan Ketua Forum DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah dan melalui voting  terpilih   Drs. Soepardjan, M.Si (Kepala DPMPTSP Kabupaten Kendal).


Share: